Oleh: defrizal | Maret 12, 2008

Warisan Papatah

Panakiak Pisau Sirauit,
Ambiak galah batang lintabuang,
Salodang ambiak ke niru,
Nan satitik jadikan lauit,
Nan sakapa jadikan gunuang,
Alam takambang jadikan guru,
Usang usang diperbaharui,lapuk lapuk dikajangi,
Berjenjang naik, bertangga turun,
Yang cerdik tempat bertanya,yang pandai tempat berguru,
Alang tukang kayu terbuang,
Alang cerdik binasa Adat,
Alang alim rosak agama,
Alang sefaham kacau negeri.
Pesaka kepada lelaki,
Seka kepada perempuan.
Yang elok dipakai,yang buruk dibuang,
kalau singkat minta disambung,kalau panjang minta dikerat,
kalau koyak minta ditampal,
Ibu Adat muafakat.
Dari nenek turun kemamak,
dari mamak ke kemanakan,
patah tumbuh hilang berganti,
pusaka lama begitu jua,
Adat bersendi hukum,
hukum bersendi syara’,
Syara’ mengata adat menurut.
Bulat anakbuah menjadikan Buapak,
Bulat Buapak menjadikan Lembaga,
Bulat Lembaga menjadikan Penghulu (Undang),
Bulat penghulu (Undang) menjadikan Raja.
Raja menobat dalam alamnya (negeri),
Penghulu menobat dalam luaknya (daerah),
Lembaga menobat dalam lingkungannya (mukim),
Buapak menobat pada anak buahnya (kampung dan rakyat),
Orang banyak menobat dalam terataknya (rumahtangga).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: