Oleh: defrizal | Maret 7, 2008

Cermat Memilih Susu Formula

Heboh susu formula belum lagi usai. Meski sudah dikonfirmasi oleh lembaga yang berwenang kalau sekarang tidak ada lagi susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii, bekteri jahat penyebab radang usus dan otak, namun para ibu masih was-was. Memilih susu formula buat si buah hati memang tidak bisa sembarangan. Memilih susu formula untuk bayi tampaknya tak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekarang begitu banyak produk susu formula yang ditawarkan, dari yang biasa sampai berlabel mengandung zat gizi tambahan yang penting untuk bayi. Selain mememperhatikan usia, dalam memilih susu formula yang tepat juga perlu diperhatikan apakah bayi Anda bermasalah atau tidak. Tentunya, apa saja kandungan gizi pada susu formula tersebut perlu Anda ketahui. Sayangnya, kebanyakan dari kita tak paham dengan istilah-istilah zat gizi yang terdapat dalam susu formula tersebut. Itulah mengapa, banyak ibu yang akhirnya jadi bingung, harus memilih susu formula seperti apa yang tepat untuk sang buah hati tercinta.

Sesuaikan Usia

Yang pertama-tama harus diperhatikan adalah usia si bayi. Sebagaimana diketahui, biasanya susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu untuk bayi usia 0-6 bulan yang umumnya disebut susu formula awal dan untuk bayi usia 6-12 bulan atau susu formula lanjutan. Perbedaan ini disebabkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke bawah belum sempurna. Misalnya kemampuan ususnya dalam menyerap zat gizi dalam susu dan sebagainya.

Lain hal dengan bayi usia 6 bulan ke atas. Bukankah bayi usia ini juga sudah mulai diberi makanan tambahan? Jadi, kandungan gizi dalam susu formulanya pun disesuaikan kemampuan pencernaan bayi usia ini.

Di samping itu, kebutuhan zat gizi untuk bayi usia 6 bulan ke bawah tak sama dengan bayi usia di atas 6 bulan. Begitu juga dengan air susu ibu (ASI). Dulu, ASI eksklusif disarankan diberikan pada bayi selama 0 smapai 4 bulan. Namun sekarang, badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan.

Dalam bahasa lain, kandungan gizi pada susu formula, baik yang awal atau lanjutan, selalu disesuaikan dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi, serta kebutuhan gizi setiap pertambahan usianya. Bahkan, juga dengan berat dan tinggi badan bayi. Tentunya, yang dijadikan patokan adalah ukuran untuk bayi normal.

Ada 3 Jenis

Susu formula juga dibedakan berdasarkan tingkat alergi bayi terhadap susu. Dalam kaitan ini, ada 3 jenis susu formula, yaitu susu formula biasa, susu kedelai dan susu elemental.

Jika bayi dapat menerima susu formula dengan merek apa saja yang sesuai usianya, berarti ia tak alergi. Jadi, ia bisa mengkonsumsi susu formula biasa yang terbuat dari susu sapi dan sudah difortifikasi (ditambah) dengan bermacam-macam zat gizi.

Lain hal jika bayi tak cocok mengkonsumsi susu formula biasa, biasanya dokter akan menganjurkan agar si bayi diberi susu yang terbuat dari kacang kedelai. Pasalnya, bayi-bayi ini memiliki pencernaan yang sangat peka terhadap lemak dalam susu sapi.

Tapi jika bayi bermasalah dengan susu sapi maupun susu kedelai, maka alternatif lainnya adalah susu elemental atau susu formula hidrolisa kasein. Susu elemental merupakan susu formula yang kandungan lemaknya diperkecil namun zat gizi lainnya diperbanyak.

Nah, untuk mengetahui bayi Anda bermasalah atau tidak dengan susu formula biasa, tak sulit, kok. Antara lain, bayi senang mengkonsuminya dan tidak mencret atau sering menangis karena sakit perut. Kalau tidak cocok, biasanya bayi tak mau mengkonsumsinya atau susu dimuntahkan, dan setelah dicoba beberapa kali akan timbul masalah seperti mencret-mencret.

Menyerupai ASI

Mengenai kandungan gizi susu formula, tentunya yang terbaik adalah mendekati ASI. Susu formula yang beredar belakangan ini memang berlomba-lomba mnyerupai formula ASI yang sempurna. Namun tak ada satu pun susu formula yang bisa menyamai ASI. Jadi, ASI tetap merupakan makanan yang paling baik untuk bayi karena semua zat gizi yang dibutuhkan terkandung di dalamnya.

Sekalipun susu formula tersebut mengandung tambahan zat gizi tertentu, misalnya, DHA, tetap tak bisa menyamai ASI. “Asam lemak esensial seperti DHA maupun asam linoleat atau Omega-6 hanya sebagai tambahan saja karena sebenarnya, tanpa ditambah DHA dan Omega-6 pun, zat gizi sudah terpenuhi.

Dengan kata lain, semua zat gizi yang terdapat pada semua jenis susu formula sudah memenuhi standar kecukupan gizi yang diperlukan bayi. Takaran masing-masing zat gizi pun sudah mendekati kandungan zat gizi ASI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: