Oleh: defrizal | Februari 23, 2008

Akibat Kabut Asap yang Kian Tebal di Riau

Satelit punTak Lagi Mampu Deteksi Titik Api
Kabut asap yang menye-limuti udara Riau sepekan terakhir di sejumlah daerah kian tebal. Efek negatif pun bermunculan, termasuk yang mengancam jiwa manusia.

UDARA Simpang Pemburu, Kecamatan Tanah Putih dan di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (21/2) ditutupi kabut asap yang makin tebal. Akibatnya, satelit NOAA-12 yang biasa dipakai untuk monitoring titik api (hot spot) tak lagi berfungsi seperti hari-hari sebelumnya.

Hal ini dibenarkan Kabid Wasdal Bapedalda Kabupaten Rokan Hilir Ir Nahrowi di Bagansiapiapi. Menurutnya, kondisi permukaan udara terutama di sekitar lokasi kebakaran sejak beberapa hari terakhir memang tertutup kabut tebal. Sehingga kata dia, satelit NOAA-12 yang biasa memonitor hot spot tidak mampu menembus batas kabut untuk mendeteksi keberadan titik api tersebut.

Diakuinya, kondisi ini sebenarnya tak lazim. Meski kata dia, prinsipnya titik api tidak begitu banyak, tapi lantaran yang terbakar lahan gambut membuat asap yang dihasilkan lebih dominan. Sehingga kepulan-kepulan asap terus membumbung ke udara. Meski upaya pemadaman seperti diutarakan Nahrowi masih dilaksanakan secara ekstra, toh tetap saja asap itu tidak dapat dihentikan.

Akibat kondisi seperti ini, lanjutnya, menyebabkan struktur lapisan atmosphire tertutup kabut. Meski demikian, ia mengaku titik api masih akan terus ada sepanjang kemarau ini. Hanya saja, untuk mendeteksi berapa jumlahnya sangat sulit, mengingat keterbatasan deteksi pada Kamis (21/2) kemarin. ‘’Jadwal baca satelit itu dua kali setiap harinya. Kemarin siang belum dapat dideteksi, namun malam akan kita coba lagi. Untuk hasil, ya kita juga belum dapat memastikan,’’ imbuhnya.

Begitu pun di Rohul. Kabut asap terus bertambah, bila dibandingkan hari sebelumnya. Pantauan Riau Pos di lapangan, kabut asap yang telah menyelimuti wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul, terlihat dalam waktu tiga hari kemarin.

Dari pantauan satelit NOAA-18, yang dapat dilihat dengan program kompoter Sistem Informasi Geografis (SIG) di Sekretariat Karhutla Rohul, 19 Februari, kabut asap ini disebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tambusai yang berada di koordinat bujur 100,18 dan lintang 1,25 yang berada di Desa Bangun Jaya.

Kabupaten Siak juga tak luput dari kabut asap. Padamnya kobaran api di sembilan titik lokasi kebakaran tidak membebaskan Siak dari bencana asap. Kamis (21/2) petang kabut asap semakin tebal menyelimuti 14 kecamatan di kabupaten Siak.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Riau Pos, samapi pukul 18.30 WIB luas lahan yang terbakar terus bertambah. Data terahir luas lahan yang tebakar di antaranya, KM 6-7 seluas 10 ha, KM 19 seluas 5 ha, Bruc 13 Dayun belakang 20 ha (Kecmatan Dayun), Sungai Limau 6 ha, Teluk Mesjid 3 ha Sungai Nyiur 8 ha, Dusun Pusako 30 ha(Kecmtan Pusako), Tanjung Buton 5 ha, Km 8 Buton 5 ha (kecamatan Sungai Apit).

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Siak TS Hamzah saat dikonfirmasi Riau Pos mengakui, luas lahan dan areal kebun sawit yang terbakar terus bertambah. Kerusakan lahan akibat kebakaran ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dayun, Pusako dan Kecamatan Sungai Apit. Sementara di Dumai, walau usaha pemadaman terus berlanjut, namun kebakaran lahan yang terjadi di Pelintung, Kecamatan Medang Kampai semakin melebar dari KM 29 hingga KM 42. ‘’Awalnya kebaran itu terjadi di KM 30 dan KM 33,5. Tetapi karena belum teratasi, laan yang terbakar makin melebar,’’ kata Wadan Polhut Dumai, Tengku Izmet,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: